Visualizzazione post con etichetta kapulisen. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta kapulisen. Mostra tutti i post

venerdì 19 giugno 2009

kalau ada orang yang berbuat salah kepada kita, bukan berarti apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar

membuka aib orang untuk menutupi aib sendiri...adalah hal yang jamak dilakukan orang. namun ada jenis kasus seperti ini yang patut untuk ditertawakan sekaligus memprihatinkan. lucu dan mengherankan.

seorang penjual minuman keras, bandar judi sekaligus seorang mucikari diketahui telah melaporakan seorang pria tak dikenal kepada pihak yang berwajib, karena pria tersebut tidak mau membayar minuman keras yang dibelinya. di samping itu, pria tersebut ternyata juga tidak mau membayar jasa PSK. berdasarkan laporan itu polisi akhirnya menahan pria tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

lalu ada lagi cerita seperti ini

seorang pemuda yang diduga tengah mabok, melaporkan rekannya ke polisi dengan tuduhan penggelapan. pemuda ini melaporkan temannya yang telah membawa kabur setengah kilogram ganja kering yang hendak dijualnya ke salah seorang langganannya.

ada juga yang seperti ini...

pada sebuah koran lokal, seorang pembaca yang kecewa melalui suara pembaca menganjurkan kepada pembaca yang lain agar tidak membeli CD di pinggir² jalan. karena banyak yang palsu, banyak penipunya, pasalnya 12 keping CD porno yang dibelinya berisi kumpulan lagu² daerah.

aneh bin ajaib...dari semua kasus di atas, sang pelapor sepertinya tidak menyadari bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang ilegal. goblognya lagi, ia ingin semua orang tahu bahwa ia tidak terima bila ada orang yang melakukan tindakan kecurangan terhadap tindakan ilegalnya.


kalau ada orang yang berbuat salah kepada kita, bukan berarti apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar
ya tho...?

nek ngene iki sing guendheng sopo jal...???
-akuuuu...

giovedì 12 marzo 2009

hahahahaa...Menjengkelkan...!!!

"hahahahaa...Menjengkelkan...!!!"


huek cuih. mbencekno tenan...!!!
katanya akan jadi tanggal 6 maret, tapi sampe sekarang belum kelar juga. bahan yang telat sampai, dengan membabi buta dijadikan dalih keterlambatan proses cetak. perjalanan selama 1 jam ternyata hanya menghasilkan kejengkelan belaka. jengkel yang sebenarnya tidak perlu saya lanjutkan dengan reaksi berlebihan.

dengan sejadi-jadinya saya mengkritik kinerja sambil memasang muka marah, kecewa, angker dsb. -yang menurut saya sudah cukup seram. sebetulnya hal ini tidak terlalu menjengkelkan bagi saya, dan reaksi saya memang sengaja saya lebih²kan. hanya untuk mengetahui sejauh mana saya bisa menunjukkan murka, yap memang sesimpel itu. tidak ada tendensi untuk menekan pihak lain, karena itu memang bukan keahlian saya. sebagai orang indonesia, sebetulnya saya tidak terlalu heran dengan buruknya kinerja suatu instansi. adalah hal yang lumrah suatu ke-leda-lede-an terjadi di negara ini, menjangkiti hampir seluruh instansi di negeri tercinta saya ini. sebagai pihak yang amat sangat sering mengalami kekecewaan, kejadian seperti ini adalah sepele belaka. karena sekeras apapun saya bersuara, semengerikan apapun amarah saya meledak-ledak, saya yakin sekali bahwa pengaruhnya hanyalah serupa kentut belaka.

kepesimisan saya ini memang tidak patut untuk dipelihara, tetapi untuk menuntut kepada mereka agar bekerja secara ideal, dengan cara yang saya lakukan di atas adalah sia². pertama karena memang saya bukan orang yang layak untuk mereka takuti, sebab saya bukan pimpinan mereka. percayalah orang² seperti itu hanya takut kepada atasannya saja, tapi tidak kepada pertanggungjawaban moral atas kinerjanya. lalu kedua, untuk membuat saya marah kepada orang yang berseragam adalah sesuatu yang butuh sebuah lantaran yang benar² matang dan terencana serta mental terlatih. untuk sesutu yang sifatnya accidental, saya lebih memilih diam dan mengalah, menikmati keterkejutan demi keterkejutan. sebuah penyangkalan² yang hanya melayang² di kepala, yang membuahkan kalimat kepasrahan "ya...sudahlah".

kesimpulannya adalah bahwa saya memang belum mampu untuk merubah keadaan yang telah ter-setting sedemikian rupa tak karuan, jikalau saya bukan bagian darinya. suatu kejadian yang sebetulnya lucu menurut saya, karena dalam kemurkaan yang saya buat² itu, diam² saya kesakitan menahan tawa yang hampir meledak. jika saja terpasang cermin disana, kemurkaan saya niscaya urung terlaksana. karena melihat muka saya sendiri ketika sedang jengkel adalah seperti melihat pantat ayam yang hendak buang hajat.

hahahahahahaaaa...