Visualizzazione post con etichetta du²tz. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta du²tz. Mostra tutti i post
lunedì 7 dicembre 2009
martedì 1 settembre 2009
chapeque
untuk sesaat, larian kecil ini ampuh menjauhkannya...tapi tidak untuk waktu yang lama...karena mendadak sosoknya menempel di lirikan mata kanan waktu saya
melintas pertigaan gang...sebuah gang yang samar saya kenal...saya percepat larian menjauh ini namun dia tetap saja setia menempel di belakang lari kencang saya...
sepertinya saya butuh tanah lapang yang kosong untuk memastikan bahwa saya diluar jangkauannya...sebab tanpa dinyana dia selalu berhasil mengagetkan saya di setiap simpangan jalan...heran saya...hhhhhuuhhh...untuk kesekian kalinya, dia membuat saya terengah-engah...
*bagi saya ngimpi dikejar-kejar orang gila itu jauh lebih menjengkelkan daripada ngimpi ketemu Freddy Krueger
sepertinya saya butuh tanah lapang yang kosong untuk memastikan bahwa saya diluar jangkauannya...sebab tanpa dinyana dia selalu berhasil mengagetkan saya di setiap simpangan jalan...heran saya...hhhhhuuhhh...untuk kesekian kalinya, dia membuat saya terengah-engah...
*bagi saya ngimpi dikejar-kejar orang gila itu jauh lebih menjengkelkan daripada ngimpi ketemu Freddy Krueger
venerdì 7 agosto 2009
perlunya berpikir cepat
perlunya berpikir cepat (dan bener)
Seorang budayawan berkata, "berhati-hatilah pada kebencian". Menurutnya dalam suatu kebencian terdapat sebentuk kegembiraan, yang katanya patut untuk disyukuri. Karena bagaimanapun caranya kita mencoba melakukan hal-hal yang kita sukai, akan tetap ada kebencian yang memang tak bisa dihindari.
Pernah pada suatu ketika, saya mendapatkan mandat untuk membeli beberapa bungkus makanan dengan jenis dan komposisi yang berbeda-beda. Saya dapat maklumi permintaan teman-teman tersebut, mengingat selera orang memang tidak seperti tentara yang serba seragam. Hanya saja dengan kemampuan mengingat saya yang mulai menyamai Embah² ompong lagi gosok gigi, rasa²nya saya patut untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penemu kertas dan pulpen. Sip, permasalahan pertama bisa diatasi, asalkan saya tidak lupa membawa serta daftar pesanan tersebut.
Lalu sampailah saya kepada warung yang dimaksud, dan alhamdulillah-nya, saya masih memegang erat² daftar pesanan yang tinggal empat, karena warna hijau sudah meletus duluan...halah...
Pada suatu siang yang panas, di sebuah warung makan, dalam kondisi warung yang sangat sepi. terdapatlah sesosok Ibu² penjual, yang baru² ini saya tahu ternyata ia juuuuutek luar biasa. Sebuah kejutekan yang sebetulnya bukan tanpa alasan. Dengan pesanan saya yang amat sangat bervariasi dan menjengkelkan, terjadi di suatu siang yang puanas, tanpa bantuan dari sang partner. Sungguh petaka yang amat sempurna. Sebuah sikap jutek yang menurut orang jawa, masih pantas untuk dimaklumi. Istilahnya, Kejutekan Kondisional.
Budaya telat, nyatanya tak cuma dalam hal undangan, namun juga telah terjadi dalam cara berpikir. Dalam kasus penjual tadi, terbukti Sang penjual langsung bereaksi terhadap situasi yang menjangkitinya saat itu. tanpa berpikir panjang. nah, disinilah berpikir cepat perlu diterapkan. dalam situasi yang membutuhkan pemikiran panjang namun membutuhkan reaksi yang cepat, maka untuk memutuskan reaksi yang tepat dibutuhkan suatu pemikiran yang cepat dan tentu saja tepat.
lalu bagaimana jika 'dari sana'-nya memang di-design untuk berpikir sebagaimana keong berjalan??? kalaupun terpaksa tidak dapat berpikir cepat, maka tidak perlu langsung memutuskan untuk bereaksi...stay cool. sambil menenangkan diri, pikirkanlah dampak² yang akan terjadi atas reaksi yang akan diputuskan...
Seorang budayawan berkata, "berhati-hatilah pada kebencian". Menurutnya dalam suatu kebencian terdapat sebentuk kegembiraan, yang katanya patut untuk disyukuri. Karena bagaimanapun caranya kita mencoba melakukan hal-hal yang kita sukai, akan tetap ada kebencian yang memang tak bisa dihindari.
Pernah pada suatu ketika, saya mendapatkan mandat untuk membeli beberapa bungkus makanan dengan jenis dan komposisi yang berbeda-beda. Saya dapat maklumi permintaan teman-teman tersebut, mengingat selera orang memang tidak seperti tentara yang serba seragam. Hanya saja dengan kemampuan mengingat saya yang mulai menyamai Embah² ompong lagi gosok gigi, rasa²nya saya patut untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penemu kertas dan pulpen. Sip, permasalahan pertama bisa diatasi, asalkan saya tidak lupa membawa serta daftar pesanan tersebut.
Lalu sampailah saya kepada warung yang dimaksud, dan alhamdulillah-nya, saya masih memegang erat² daftar pesanan yang tinggal empat, karena warna hijau sudah meletus duluan...halah...
Pada suatu siang yang panas, di sebuah warung makan, dalam kondisi warung yang sangat sepi. terdapatlah sesosok Ibu² penjual, yang baru² ini saya tahu ternyata ia juuuuutek luar biasa. Sebuah kejutekan yang sebetulnya bukan tanpa alasan. Dengan pesanan saya yang amat sangat bervariasi dan menjengkelkan, terjadi di suatu siang yang puanas, tanpa bantuan dari sang partner. Sungguh petaka yang amat sempurna. Sebuah sikap jutek yang menurut orang jawa, masih pantas untuk dimaklumi. Istilahnya, Kejutekan Kondisional.
Budaya telat, nyatanya tak cuma dalam hal undangan, namun juga telah terjadi dalam cara berpikir. Dalam kasus penjual tadi, terbukti Sang penjual langsung bereaksi terhadap situasi yang menjangkitinya saat itu. tanpa berpikir panjang. nah, disinilah berpikir cepat perlu diterapkan. dalam situasi yang membutuhkan pemikiran panjang namun membutuhkan reaksi yang cepat, maka untuk memutuskan reaksi yang tepat dibutuhkan suatu pemikiran yang cepat dan tentu saja tepat.
lalu bagaimana jika 'dari sana'-nya memang di-design untuk berpikir sebagaimana keong berjalan??? kalaupun terpaksa tidak dapat berpikir cepat, maka tidak perlu langsung memutuskan untuk bereaksi...stay cool. sambil menenangkan diri, pikirkanlah dampak² yang akan terjadi atas reaksi yang akan diputuskan...
venerdì 20 marzo 2009
bingung menentukan judul
"bingung menentukan judul"
saya pernah denger lagu judulnya 'untitled'. bukan hanya seorang musisi saja yang pernah menciptakan lagu dengan judul 'tanpa judul'. bahkan sempat ada musisi yang membuat kuis, yang intinya untuk memberi judul atas karyanya. ora gumuuun...soale memang ada orang yang suka membuat sesuatu baru menamainya. nah dalam proses menentukan nama inilah yang kadang² membuat mereka tidak bisa menemukan sebutan yang pas untuk karyanya itu.
namun orang² yang susah dalam menentukan judul ini bagi saya adalah orang² yang hebat. oleh karena (setidaknya) mereka masih menghasilkan sesuatu (bagus pula), meski tak pandai menamainya. dan yang jelas mereka ini jauh lebih hebat dari saya, karena mereka hanya bingung menentukan judul. sedangkan saya parah...karena disamping bingung menentukan judul, saya juga sering kebingungan dalam menentukan isinya...hehe...bahkan saat ini, saya bingung mengenai kelanjutan tulisan ini...hihihihihi...
namun orang² yang susah dalam menentukan judul ini bagi saya adalah orang² yang hebat. oleh karena (setidaknya) mereka masih menghasilkan sesuatu (bagus pula), meski tak pandai menamainya. dan yang jelas mereka ini jauh lebih hebat dari saya, karena mereka hanya bingung menentukan judul. sedangkan saya parah...karena disamping bingung menentukan judul, saya juga sering kebingungan dalam menentukan isinya...hehe...bahkan saat ini, saya bingung mengenai kelanjutan tulisan ini...hihihihihi...
Iscriviti a:
Post (Atom)
