"eksekusi tanah berlangsung ricuh", kira² begitulah kata² yang keluar dari sepiker tifi saya kala channel berita sore terpampang di layar monitor. dari sekian berita di tifi, saya memang lebih sering tergelitik jika nonton berita soal sengketa tanah dan penggusuran. bagaimana tidak, lha wong yang digusur itu rumah² permanen, merk listriknya PLN, merk airnya PDAM, bahkan tak jarang yang bersertipikat asli-sli-sli (tapi jarang)...sebagai pihak tergusur pasti teraniaya luar biasa.
yang saya herankan bukan pada yang tergusur dan yang menggusur, karena sudah pasti kalo ada pihak yang dimenangkan (oleh PN), pastilah ada pihak yang harus kalah. normalnya, PLN dan PDAM marah ketika ada pelanggannya yang terkena masalah penggusuran. pastinya tata cara pemasangan listrik, instalasi air atau telepon sudah ada aturannya sendiri, tidak sembarang orang bisa asal memasangnya. istilahnya sesuai prosedur.
lha kalo sudah sesuai prosedur kok masih bisa menjadi masalah...??? *hayo mbuh...!!! pastinya ada yang ngga beres...entah itu PLN, Telkom dan PDAM ataukah Pengadilan.
- bagi saya ini kasus yang aneh...eeee...maaf statusnya saya naikan menjadi 'super aneh', karena tak cuma sekali ini terjadinya.
Visualizzazione post con etichetta KesuhKelah. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta KesuhKelah. Mostra tutti i post
sabato 31 ottobre 2009
martedì 1 settembre 2009
chapeque
untuk sesaat, larian kecil ini ampuh menjauhkannya...tapi tidak untuk waktu yang lama...karena mendadak sosoknya menempel di lirikan mata kanan waktu saya
melintas pertigaan gang...sebuah gang yang samar saya kenal...saya percepat larian menjauh ini namun dia tetap saja setia menempel di belakang lari kencang saya...
sepertinya saya butuh tanah lapang yang kosong untuk memastikan bahwa saya diluar jangkauannya...sebab tanpa dinyana dia selalu berhasil mengagetkan saya di setiap simpangan jalan...heran saya...hhhhhuuhhh...untuk kesekian kalinya, dia membuat saya terengah-engah...
*bagi saya ngimpi dikejar-kejar orang gila itu jauh lebih menjengkelkan daripada ngimpi ketemu Freddy Krueger
sepertinya saya butuh tanah lapang yang kosong untuk memastikan bahwa saya diluar jangkauannya...sebab tanpa dinyana dia selalu berhasil mengagetkan saya di setiap simpangan jalan...heran saya...hhhhhuuhhh...untuk kesekian kalinya, dia membuat saya terengah-engah...
*bagi saya ngimpi dikejar-kejar orang gila itu jauh lebih menjengkelkan daripada ngimpi ketemu Freddy Krueger
venerdì 7 agosto 2009
perlunya berpikir cepat
perlunya berpikir cepat (dan bener)
Seorang budayawan berkata, "berhati-hatilah pada kebencian". Menurutnya dalam suatu kebencian terdapat sebentuk kegembiraan, yang katanya patut untuk disyukuri. Karena bagaimanapun caranya kita mencoba melakukan hal-hal yang kita sukai, akan tetap ada kebencian yang memang tak bisa dihindari.
Pernah pada suatu ketika, saya mendapatkan mandat untuk membeli beberapa bungkus makanan dengan jenis dan komposisi yang berbeda-beda. Saya dapat maklumi permintaan teman-teman tersebut, mengingat selera orang memang tidak seperti tentara yang serba seragam. Hanya saja dengan kemampuan mengingat saya yang mulai menyamai Embah² ompong lagi gosok gigi, rasa²nya saya patut untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penemu kertas dan pulpen. Sip, permasalahan pertama bisa diatasi, asalkan saya tidak lupa membawa serta daftar pesanan tersebut.
Lalu sampailah saya kepada warung yang dimaksud, dan alhamdulillah-nya, saya masih memegang erat² daftar pesanan yang tinggal empat, karena warna hijau sudah meletus duluan...halah...
Pada suatu siang yang panas, di sebuah warung makan, dalam kondisi warung yang sangat sepi. terdapatlah sesosok Ibu² penjual, yang baru² ini saya tahu ternyata ia juuuuutek luar biasa. Sebuah kejutekan yang sebetulnya bukan tanpa alasan. Dengan pesanan saya yang amat sangat bervariasi dan menjengkelkan, terjadi di suatu siang yang puanas, tanpa bantuan dari sang partner. Sungguh petaka yang amat sempurna. Sebuah sikap jutek yang menurut orang jawa, masih pantas untuk dimaklumi. Istilahnya, Kejutekan Kondisional.
Budaya telat, nyatanya tak cuma dalam hal undangan, namun juga telah terjadi dalam cara berpikir. Dalam kasus penjual tadi, terbukti Sang penjual langsung bereaksi terhadap situasi yang menjangkitinya saat itu. tanpa berpikir panjang. nah, disinilah berpikir cepat perlu diterapkan. dalam situasi yang membutuhkan pemikiran panjang namun membutuhkan reaksi yang cepat, maka untuk memutuskan reaksi yang tepat dibutuhkan suatu pemikiran yang cepat dan tentu saja tepat.
lalu bagaimana jika 'dari sana'-nya memang di-design untuk berpikir sebagaimana keong berjalan??? kalaupun terpaksa tidak dapat berpikir cepat, maka tidak perlu langsung memutuskan untuk bereaksi...stay cool. sambil menenangkan diri, pikirkanlah dampak² yang akan terjadi atas reaksi yang akan diputuskan...
Seorang budayawan berkata, "berhati-hatilah pada kebencian". Menurutnya dalam suatu kebencian terdapat sebentuk kegembiraan, yang katanya patut untuk disyukuri. Karena bagaimanapun caranya kita mencoba melakukan hal-hal yang kita sukai, akan tetap ada kebencian yang memang tak bisa dihindari.
Pernah pada suatu ketika, saya mendapatkan mandat untuk membeli beberapa bungkus makanan dengan jenis dan komposisi yang berbeda-beda. Saya dapat maklumi permintaan teman-teman tersebut, mengingat selera orang memang tidak seperti tentara yang serba seragam. Hanya saja dengan kemampuan mengingat saya yang mulai menyamai Embah² ompong lagi gosok gigi, rasa²nya saya patut untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penemu kertas dan pulpen. Sip, permasalahan pertama bisa diatasi, asalkan saya tidak lupa membawa serta daftar pesanan tersebut.
Lalu sampailah saya kepada warung yang dimaksud, dan alhamdulillah-nya, saya masih memegang erat² daftar pesanan yang tinggal empat, karena warna hijau sudah meletus duluan...halah...
Pada suatu siang yang panas, di sebuah warung makan, dalam kondisi warung yang sangat sepi. terdapatlah sesosok Ibu² penjual, yang baru² ini saya tahu ternyata ia juuuuutek luar biasa. Sebuah kejutekan yang sebetulnya bukan tanpa alasan. Dengan pesanan saya yang amat sangat bervariasi dan menjengkelkan, terjadi di suatu siang yang puanas, tanpa bantuan dari sang partner. Sungguh petaka yang amat sempurna. Sebuah sikap jutek yang menurut orang jawa, masih pantas untuk dimaklumi. Istilahnya, Kejutekan Kondisional.
Budaya telat, nyatanya tak cuma dalam hal undangan, namun juga telah terjadi dalam cara berpikir. Dalam kasus penjual tadi, terbukti Sang penjual langsung bereaksi terhadap situasi yang menjangkitinya saat itu. tanpa berpikir panjang. nah, disinilah berpikir cepat perlu diterapkan. dalam situasi yang membutuhkan pemikiran panjang namun membutuhkan reaksi yang cepat, maka untuk memutuskan reaksi yang tepat dibutuhkan suatu pemikiran yang cepat dan tentu saja tepat.
lalu bagaimana jika 'dari sana'-nya memang di-design untuk berpikir sebagaimana keong berjalan??? kalaupun terpaksa tidak dapat berpikir cepat, maka tidak perlu langsung memutuskan untuk bereaksi...stay cool. sambil menenangkan diri, pikirkanlah dampak² yang akan terjadi atas reaksi yang akan diputuskan...
kepincangan sempurna
...makin menumpul...tumpukan bukti hidup yang saling bertubrukan...
seperti melihat pelangi yang semua warnanya bercampur menjadi satu...
satu warna tanpa deskripsi pasti...
seperti atas-bawah, depan-belakang, kanan-kiri yang berkehendak manjadi tengah...
piuh...sebuah kepincangan sempurna
seperti melihat pelangi yang semua warnanya bercampur menjadi satu...
satu warna tanpa deskripsi pasti...
seperti atas-bawah, depan-belakang, kanan-kiri yang berkehendak manjadi tengah...
piuh...sebuah kepincangan sempurna
venerdì 19 giugno 2009
rejeki
"...niscaya Alloh akan mendatangkan rizqi dari arah yang tidak diduga-duga..."
benul saja...
ketika datang saatnya nutup lapak, malah datang seonggok rejeki berupa pelanggan yang butuh online...walau sebentar, tetep layak di-alhamdulillah-i...walau datang ketika mau tutup, mau tidur, udah capek, tetep harus diterima -pun tetep dengan layanan reguler...ojo mrengut!!! (rejeki kok diterima dengan muka cemberut...aneh to???) bagaimanapun dan kapanpun datangnya, siapapun perantaranya, sebisa mungkin tetep diterima dengan senyum dan tak lupa sebuah kata "alhamdulillah"...
goblok aja kalo saya bilang "maaf bos sudah mau tutup, sudah malam" itu sama saja bilang "maaf, sepertinya sudah terlalu larut untuk saya mendapat rejeki...besok aja ya"
benul saja...
ketika datang saatnya nutup lapak, malah datang seonggok rejeki berupa pelanggan yang butuh online...walau sebentar, tetep layak di-alhamdulillah-i...walau datang ketika mau tutup, mau tidur, udah capek, tetep harus diterima -pun tetep dengan layanan reguler...ojo mrengut!!! (rejeki kok diterima dengan muka cemberut...aneh to???) bagaimanapun dan kapanpun datangnya, siapapun perantaranya, sebisa mungkin tetep diterima dengan senyum dan tak lupa sebuah kata "alhamdulillah"...
goblok aja kalo saya bilang "maaf bos sudah mau tutup, sudah malam" itu sama saja bilang "maaf, sepertinya sudah terlalu larut untuk saya mendapat rejeki...besok aja ya"
Iscriviti a:
Post (Atom)
