"eksekusi tanah berlangsung ricuh", kira² begitulah kata² yang keluar dari sepiker tifi saya kala channel berita sore terpampang di layar monitor. dari sekian berita di tifi, saya memang lebih sering tergelitik jika nonton berita soal sengketa tanah dan penggusuran. bagaimana tidak, lha wong yang digusur itu rumah² permanen, merk listriknya PLN, merk airnya PDAM, bahkan tak jarang yang bersertipikat asli-sli-sli (tapi jarang)...sebagai pihak tergusur pasti teraniaya luar biasa.
yang saya herankan bukan pada yang tergusur dan yang menggusur, karena sudah pasti kalo ada pihak yang dimenangkan (oleh PN), pastilah ada pihak yang harus kalah. normalnya, PLN dan PDAM marah ketika ada pelanggannya yang terkena masalah penggusuran. pastinya tata cara pemasangan listrik, instalasi air atau telepon sudah ada aturannya sendiri, tidak sembarang orang bisa asal memasangnya. istilahnya sesuai prosedur.
lha kalo sudah sesuai prosedur kok masih bisa menjadi masalah...??? *hayo mbuh...!!! pastinya ada yang ngga beres...entah itu PLN, Telkom dan PDAM ataukah Pengadilan.
- bagi saya ini kasus yang aneh...eeee...maaf statusnya saya naikan menjadi 'super aneh', karena tak cuma sekali ini terjadinya.
Visualizzazione post con etichetta asat-usut. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta asat-usut. Mostra tutti i post
sabato 31 ottobre 2009
venerdì 26 giugno 2009
meh nulis opo ya?
lu·pa
v 1 lepas dr ingatan; tidak dl pikiran (ingatan) lagi: krn sudah lama, ia -- akan peristiwa itu; 2 tidak teringat: dia -- membawa buku tulis; 3 tidak sadar (tahu akan keadaan dirinya atau keadaan sekelilingnya, dsb): semenjak jatuh dia sering -- akan keadaan sekelilingnya; 4 lalai; tidak acuh: jangan -- akan kewajibanmu;
-- kacang akan kulitnya, pb tidak tahu diri; lupa akan asalnya;
-- daratan bertindak (bersikap) tanpa menghiraukan harga diri (sehingga melampaui batas); tidak peduli apa-apa; -- diri tidak sadar akan dirinya;
lu·pa-lu·pa i·ngat a 1 tidak lupa, tetapi tidak ingat benar; masih ingat, tetapi kurang pasti; agak lupa; 2 sudah lemah ingatannya (tt orang tua dsb);
me·lu·pai ark v lupa akan (sesuatu);
~ diri tidak ingat lagi akan diri; pingsan;
me·lu·pa·kan v 1 lupa akan; tidak ingat akan: sekali-kali tidak boleh ~ nasihat orang tua; 2 menjadikan lupa; menghapus dr ingatan: saya harap Saudara dapat ~ perselisihan kita itu; 3 melalaikan; tidak mengindahkan: dia dipecat krn telah ~ kewajibannya;
pelanduk ~ jerat, tetapi jerat tak ~ pelanduk, pb orang yg berutang biasanya mudah lupa akan yg berpiutang, sebaliknya yg berpiutang tidak lupa akan orang yg berutang kepadanya;
ter·lu·pa v tiba-tiba lupa; tidak teringat; sudah dl keadaan lupa;
lu·pa-lu·pa·an 1 v pura-pura lupa; 2 a sering lupa;
pe·lu·pa n orang yg lekas (sering) lupa;
ke·lu·pa·an 1 n perihal lupa; 2 v terlupa; tidak teringat; ada yg dilupakan
duh...
awalnya saya ingin memerinci soal lupa. tapi saya lupa perihal apa saja yang mau saya tulis. ujung²nya copas dari kamus bahasa indonesia.
v 1 lepas dr ingatan; tidak dl pikiran (ingatan) lagi: krn sudah lama, ia -- akan peristiwa itu; 2 tidak teringat: dia -- membawa buku tulis; 3 tidak sadar (tahu akan keadaan dirinya atau keadaan sekelilingnya, dsb): semenjak jatuh dia sering -- akan keadaan sekelilingnya; 4 lalai; tidak acuh: jangan -- akan kewajibanmu;
-- kacang akan kulitnya, pb tidak tahu diri; lupa akan asalnya;
-- daratan bertindak (bersikap) tanpa menghiraukan harga diri (sehingga melampaui batas); tidak peduli apa-apa; -- diri tidak sadar akan dirinya;
lu·pa-lu·pa i·ngat a 1 tidak lupa, tetapi tidak ingat benar; masih ingat, tetapi kurang pasti; agak lupa; 2 sudah lemah ingatannya (tt orang tua dsb);
me·lu·pai ark v lupa akan (sesuatu);
~ diri tidak ingat lagi akan diri; pingsan;
me·lu·pa·kan v 1 lupa akan; tidak ingat akan: sekali-kali tidak boleh ~ nasihat orang tua; 2 menjadikan lupa; menghapus dr ingatan: saya harap Saudara dapat ~ perselisihan kita itu; 3 melalaikan; tidak mengindahkan: dia dipecat krn telah ~ kewajibannya;
pelanduk ~ jerat, tetapi jerat tak ~ pelanduk, pb orang yg berutang biasanya mudah lupa akan yg berpiutang, sebaliknya yg berpiutang tidak lupa akan orang yg berutang kepadanya;
ter·lu·pa v tiba-tiba lupa; tidak teringat; sudah dl keadaan lupa;
lu·pa-lu·pa·an 1 v pura-pura lupa; 2 a sering lupa;
pe·lu·pa n orang yg lekas (sering) lupa;
ke·lu·pa·an 1 n perihal lupa; 2 v terlupa; tidak teringat; ada yg dilupakan
duh...
awalnya saya ingin memerinci soal lupa. tapi saya lupa perihal apa saja yang mau saya tulis. ujung²nya copas dari kamus bahasa indonesia.
sabato 20 giugno 2009
brrr
sebuah getaran luar biasa pernah mengguncang raga, sekali
gara² tanpa sengaja menatap sosok yang terlihat lebih hitam dan berkaos hitam
tertangkap basah oleh Ipung...menunjukkan asal-muasal sang pengguncang...
untuk beberapa saat, gemetaran masih setia menjangkiti...
seperti gempa susulan dalam skala lebih kecil
guncangan tertakjub yang belum tergantikan...
dan saya masih tetap dengan pertanyaan "kok iso yo...?"
*) piye Pung?
gara² tanpa sengaja menatap sosok yang terlihat lebih hitam dan berkaos hitam
tertangkap basah oleh Ipung...menunjukkan asal-muasal sang pengguncang...
untuk beberapa saat, gemetaran masih setia menjangkiti...
seperti gempa susulan dalam skala lebih kecil
guncangan tertakjub yang belum tergantikan...
dan saya masih tetap dengan pertanyaan "kok iso yo...?"
*) piye Pung?
sabato 6 giugno 2009
opo ki?
sedikit ulasan soal kebahagiaan
ada sebuah pertanyaan yang dulu susah sekali saya jawab, yaitu "hal apa atau siapa atau benda apa yang bisa membuat kamu bahagia?"
karena telah lama sekali saya tidak menemukan jawabannya, maka saya akhirnya mencoba mengulas sedikit mengenai ciri bahagia ini...dan saya menemukan sebuah kalimat sebagai berikut "bahwa kebahagiaan tidak akan habis ketika ia dibagi, malah justru akan bertambah".
maka benar saja ungkapan bahwa saat yang paling berat ketika sedang berada dalam kesendirian adalah bukan ketika ia sedih, melainkan pada saat ia bahagia. karena kita tidak bisa membaginya dengan siapapun. CMIIW
karena telah lama sekali saya tidak menemukan jawabannya, maka saya akhirnya mencoba mengulas sedikit mengenai ciri bahagia ini...dan saya menemukan sebuah kalimat sebagai berikut "bahwa kebahagiaan tidak akan habis ketika ia dibagi, malah justru akan bertambah".
maka benar saja ungkapan bahwa saat yang paling berat ketika sedang berada dalam kesendirian adalah bukan ketika ia sedih, melainkan pada saat ia bahagia. karena kita tidak bisa membaginya dengan siapapun. CMIIW
venerdì 20 marzo 2009
siker
cari.mencari.pencarian.
kalo disini mencari berarti berusaha menemukan (memperoleh, mendapatkan). definisi versi saya adalah aktifitas yang (pasti.wajib.selalu) dilakukan manusia dalam rangka memenuhi segala kebutuhannya agar dapat hidup. definisi versi saya ini bukan tanpa alasan, pasalnya setiap aktifitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi, tidak lain adalah sebuah proses pencarian.
ada yang mencari nafkah, mencari ilmu, mencari jati dirinya, mencari pasangan hidup, mencari kebahagiaan, mencari Tuhan, mencari...apa saja...bagi saya itulah hidup. bagi sampeyan yang sedang mencari tahu apa artinya hidup, maka saya akan menjawab "hidup adalah sebuah pencarian".
suatu karya besar tidak akan pernah ada tanpa adanya proses pencarian. berbagai macam kejadian akan terus menimpa manusia dalam proses pencarian, tanpa disadari telah menjadikan manusia semakin kuat, indah, cerdas, berisi. semakin berkualitas. begitulah cara Tuhan membentuk manusia. begitulah hukum alam bekerja. begitulah cara kerjanya.
selama ini manusia hanya fokus pada apa yang ingin dimiliki, sehingga tidak sadar atas apa yang menimpanya ketika ia sedang dalam proses pencariannya itu. padahal ketika ia mulai mencari sesuatu, sesungguhnya ia sedang menarik berbagai hal untuk menimpanya. semakin dekat pula ia kepada apa yang dicarinya. sesungguhnya apa yang dicarinya itu tidaklah penting, karena yang sesungguhnya patut untuk disyukuri adalah apa yang menimpanya itu. sedangkan sesuatu yang dicarinya itu hanyalah bonus belaka jika ia berhasil mendapatkannya, dan bukanlah sebuah kemalangan jika ia tidak mendapatkannya. maka seandainya Santiago tidak benar² menemukan harta karun dibawah puing gereja, ia sesungguhnya tetap patut bersyukur atas apa yang dialaminya selama proses pencariannya itu. bertemu dengan orang² luar biasa dan mendapatkan bermacam pengetahuan yang tidak akan pernah dia dapatkan jika ia bersikeras untuk tetap menjadi penggembala. atau cerita Andrea Hirata yang mencari A Ling-nya itu, apakah ceritanya juga akan menjadi suatu tetralogi jika ia hanya berdiam diri.
intinya carilah apa yang ingin sampeyan cari apapun itu, biarkan Tuhan merekatkan serpihan² diri sampeyan yang tercecer dimana², hingga sampeyan menjadi manusia yang benar² utuh. itulah hidup menurut versi saya.
kalo disini mencari berarti berusaha menemukan (memperoleh, mendapatkan). definisi versi saya adalah aktifitas yang (pasti.wajib.selalu) dilakukan manusia dalam rangka memenuhi segala kebutuhannya agar dapat hidup. definisi versi saya ini bukan tanpa alasan, pasalnya setiap aktifitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi, tidak lain adalah sebuah proses pencarian.
ada yang mencari nafkah, mencari ilmu, mencari jati dirinya, mencari pasangan hidup, mencari kebahagiaan, mencari Tuhan, mencari...apa saja...bagi saya itulah hidup. bagi sampeyan yang sedang mencari tahu apa artinya hidup, maka saya akan menjawab "hidup adalah sebuah pencarian".
suatu karya besar tidak akan pernah ada tanpa adanya proses pencarian. berbagai macam kejadian akan terus menimpa manusia dalam proses pencarian, tanpa disadari telah menjadikan manusia semakin kuat, indah, cerdas, berisi. semakin berkualitas. begitulah cara Tuhan membentuk manusia. begitulah hukum alam bekerja. begitulah cara kerjanya.
intinya carilah apa yang ingin sampeyan cari apapun itu, biarkan Tuhan merekatkan serpihan² diri sampeyan yang tercecer dimana², hingga sampeyan menjadi manusia yang benar² utuh. itulah hidup menurut versi saya.
lunedì 9 marzo 2009
pantesaaaan...
Coretan di Kertas
Menggambar coretan-coretan tak jelas di atas kertas saat tengah mendengarkan atau memperhatikan sesuatu, ternyata bisa membantu daya ingat.
Studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Plymouth, Inggris, menemukan bukti bahwa hanya dengan mencoret-coret ketika mendengarkan sesuatu yang menjemukan dapat membantu Anda mengingat.
Para peneliti meminta 40 partisipan studi mendengarkan sebuah percakapan telepon mengenai sebuah pesta, delapan nama orang, dan lokasi. Sebagian dari para partisipan diminta menggambar atau mencoret-coret sesuatu di atas selembar kertas sambil mendengarkan percakapan itu. Semua partisipan lalu diminta mengingat nama dan lokasi yang disebutkan. Alhasil, mereka yang melakukan coret-coret mampu mengingat rata-rata tujuh nama dan lokasi. Sementara itu, mereka yang tidak hanya sanggup mengingat lima.
-piye, sampeyan percoyo pora?
sumber : www.suaramerdeka.com
Studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Plymouth, Inggris, menemukan bukti bahwa hanya dengan mencoret-coret ketika mendengarkan sesuatu yang menjemukan dapat membantu Anda mengingat.
Para peneliti meminta 40 partisipan studi mendengarkan sebuah percakapan telepon mengenai sebuah pesta, delapan nama orang, dan lokasi. Sebagian dari para partisipan diminta menggambar atau mencoret-coret sesuatu di atas selembar kertas sambil mendengarkan percakapan itu. Semua partisipan lalu diminta mengingat nama dan lokasi yang disebutkan. Alhasil, mereka yang melakukan coret-coret mampu mengingat rata-rata tujuh nama dan lokasi. Sementara itu, mereka yang tidak hanya sanggup mengingat lima.
-piye, sampeyan percoyo pora?
sumber : www.suaramerdeka.com
sabato 14 febbraio 2009
val's day
(ora) arep nggagas Hari Falentin
(ethok² men prihatin)
(ethok² men prihatin)
(ethok men) prolog
nek jane yo dudu urusanku, lha tapi nek warnet dadi sepi goro² "Val's day" yo mau nggak mau tetep dadi urusanku. Sing aneh aku opo yo...kok perasaan ora ono sing spesial blas nggo aku, kecuali warnet sing sepi..."yo rejekine bakul boneka ro bakul coklat. Pancen wis rahasiane Gusti Pangeran yen meh paweh² rejeki, nek aku mikire ngono wae. Ben ora loro ati goro² hari falentin". -jane sih ora loro ati, ora masalah, ning yo ben keto'e prihatin karo polahe cah² enom saiki.
Miris atine nek nyawang polahe bocah² saiki, lha tapi pancen bocah ki yo ning ngendi-endi yo pancen marakke miris. Sak jane yen didangu, "nang/nok...Fanlentin ki jane panganan opo to? Opo ono coklat merek Falentin? Kok do rame temen grubyak-grubyuk toko nggolek Falentin?" Naging yen mirengake jawabane kok rasane dadi atos weteng goro² ngampet guyu. Koyo²ne ki cah² ora ngerti crito sak benere asal usul hari falentin.
dek jaman semono...
Valentine ki jarene jeneng Pendeto, Saint Valentine, nek nggon Indonesia dadi Santo Valentine. Pendeta iki uripe nggon jaman kaisar romawi (mbuh romawi piro, wong isih tahun 200-an). Dek jaman semono, jarene mbah wiki gek usum perang, dadine tenogone nom-noman dibutuhke nggo perang.
Karo Kaisar Romawi, pendeto² sing gaweane ngawinke uwong, diwenehi wejangan ngene "ojo pisan² kowe wani ngawinke nganten yen isih muda-mudi, sopo uwonge sing wani nlanggar omonganku bakalane tak lebokke pakunjaran. aku ora guyon iki...tenanan iki...kowe ojo cekikan dewe, tak balang penghapus sisan kowe...gatekno ki lho...nek ora iso awas kowe...raportmu ora tak bagi...!!!" Lha tibak'e ora kabeh pendeto manut Kaisar, Pendeto Valentine malah umpet²an ngawinke nom-noman Romawi.
Lha bareng konangan, Pendeto sing mbalelo iki diciduk, dilebokno pakunjaran -wah jan soro tenan nasib'e. Trus mbuh piye critone, Pendeto iki naksir ro anake tukang sipir. Dadi neng penjara ki gaweane chatingan karo anak'e Pak dhe Sipir, malah kadang² nganggo webcam barang. Keto'e uripe ki malah asoy geboy, wedyan tenen owk. Yo ngerti dewe wong yen lagi gandrung ki pancen ngono iku, ailofyu-ailofyu-nan barang. Karang yo jenenge tahanan, meh gandrung yo tetep tahanan alias napi. Wancine vonis mati yo tetep kudu mati, lha ukoro sing terkenal sampe saiki "from your Valentine" jarene ukoro kang paling sering di enggo cinta-cintaan karo anake pak dhe sipir. -lha sing aku ora ngerti kuwi, anake pak dhe sipir ki lanang opo wadhon.
tukang kebun (per-kembang-an)
Sak pleng'e Pendeto Valantine divonis, uwong² sing rumongso tau ditulung banjur nduweni gagasan Valentine Day. Kanggo ngelingi perjuangane Pendeto Valentine sing peduli karo nasib'e wong kang lagi kasmaran. Nek jarane sih, semangat'e Pendeto Valentine ki semangat kasih sayang. Makane saiki hari Falentin ki identik karo hari kasih sayang, hari kasih pernak-pernik pink, hari kasih coklat, hari kasih-an deh lo buat jomblo.
Nanging sing paling parah, nom²an saiki mudheng'e hari falentin ki hari bebas pacaran. Pokok'e yen wis menehi coklat, pernak-pernik pingky², arep pacaran model opo wae bebas sak bebas-bebas'e.
pengusaha
yen iso oleh untung sak akeh²e, ngopo ora dimanfaatke sisan? bakul² coklat, bakul² pernak-pernik pink, mall, swalayan, toko kelontong, joki 3 in 1 ugo ora kalah semangat. Podo berlomba-lomba ben dagangane payu, mbuh piye carane sing penting momen iki oja nganti luput seko nggolek untung akeh. Polahe pengusaha ugo ikut andil bab perkembangbiakan hari falentin iki. lha terus opo salahe ?
Pancen ora iso disalahke 100%, nanging yo isih jan adoh seko bener. Ora ngajari sing apik, malah manfaatke bocah² sing durung mudheng. Hasile yo iso disawang, kepriye pola pikir'e nom-noman saiki.
Aku ora ameh nglarang sing meh do ngrayake, ugo ora ameh nganjurke. Yen menurut sampeyan, kahanan sing koyo ngene iki piye?
Miris atine nek nyawang polahe bocah² saiki, lha tapi pancen bocah ki yo ning ngendi-endi yo pancen marakke miris. Sak jane yen didangu, "nang/nok...Fanlentin ki jane panganan opo to? Opo ono coklat merek Falentin? Kok do rame temen grubyak-grubyuk toko nggolek Falentin?" Naging yen mirengake jawabane kok rasane dadi atos weteng goro² ngampet guyu. Koyo²ne ki cah² ora ngerti crito sak benere asal usul hari falentin.
dek jaman semono...
Valentine ki jarene jeneng Pendeto, Saint Valentine, nek nggon Indonesia dadi Santo Valentine. Pendeta iki uripe nggon jaman kaisar romawi (mbuh romawi piro, wong isih tahun 200-an). Dek jaman semono, jarene mbah wiki gek usum perang, dadine tenogone nom-noman dibutuhke nggo perang.
Lha bareng konangan, Pendeto sing mbalelo iki diciduk, dilebokno pakunjaran -wah jan soro tenan nasib'e. Trus mbuh piye critone, Pendeto iki naksir ro anake tukang sipir. Dadi neng penjara ki gaweane chatingan karo anak'e Pak dhe Sipir, malah kadang² nganggo webcam barang. Keto'e uripe ki malah asoy geboy, wedyan tenen owk. Yo ngerti dewe wong yen lagi gandrung ki pancen ngono iku, ailofyu-ailofyu-nan barang. Karang yo jenenge tahanan, meh gandrung yo tetep tahanan alias napi. Wancine vonis mati yo tetep kudu mati, lha ukoro sing terkenal sampe saiki "from your Valentine" jarene ukoro kang paling sering di enggo cinta-cintaan karo anake pak dhe sipir. -lha sing aku ora ngerti kuwi, anake pak dhe sipir ki lanang opo wadhon.
tukang kebun (per-kembang-an)
Sak pleng'e Pendeto Valantine divonis, uwong² sing rumongso tau ditulung banjur nduweni gagasan Valentine Day. Kanggo ngelingi perjuangane Pendeto Valentine sing peduli karo nasib'e wong kang lagi kasmaran. Nek jarane sih, semangat'e Pendeto Valentine ki semangat kasih sayang. Makane saiki hari Falentin ki identik karo hari kasih sayang, hari kasih pernak-pernik pink, hari kasih coklat, hari kasih-an deh lo buat jomblo.
Nanging sing paling parah, nom²an saiki mudheng'e hari falentin ki hari bebas pacaran. Pokok'e yen wis menehi coklat, pernak-pernik pingky², arep pacaran model opo wae bebas sak bebas-bebas'e.
pengusaha
yen iso oleh untung sak akeh²e, ngopo ora dimanfaatke sisan? bakul² coklat, bakul² pernak-pernik pink, mall, swalayan, toko kelontong, joki 3 in 1 ugo ora kalah semangat. Podo berlomba-lomba ben dagangane payu, mbuh piye carane sing penting momen iki oja nganti luput seko nggolek untung akeh. Polahe pengusaha ugo ikut andil bab perkembangbiakan hari falentin iki. lha terus opo salahe ?
Pancen ora iso disalahke 100%, nanging yo isih jan adoh seko bener. Ora ngajari sing apik, malah manfaatke bocah² sing durung mudheng. Hasile yo iso disawang, kepriye pola pikir'e nom-noman saiki.
Aku ora ameh nglarang sing meh do ngrayake, ugo ora ameh nganjurke. Yen menurut sampeyan, kahanan sing koyo ngene iki piye?
venerdì 13 febbraio 2009
Ponari and the Sorcerer's Stone
batu itu bernama "Watu Gludhug"
masih tentang Ponari ni...
kali ini saya coba ceritakan sebagaimana cerita yang saya dengar, mengenai bagaimana sang Ponari ini mendapatkan kemampuannya.
Alkisah pada suatu siang yang terik, yang tiba² mendung lalu hujan. Ponari sedang bermain dengan temannya kala itu...-sekali lagi saya tegaskan, katanya.
Lalu dengan serta-merta dan membabi buta, sesosok petir nongol dengan ciri² mirip lampu blitz yang semakin didramatisir dengan backsound "dhuaaaaar...!!!" -saya tegaskan lagi ya, katanya. Sejenak kemudian, sambil bilang "aduuuuh...!!" Ponari memegangi kepalanya yang (katanya) berasap. Entah darimana datangnya, secara mengejutkan di tangan kanannya telah tergenggam seonggok batu berbentuk kuda berkepala Jacky Chan. -kalo ini bohong, yang (katanya) bener ini. Tiba² di tangan kanannya sudah tergenggam sebuah batu, soal bentuknya bagaimana itu bukan urusan saya. Toh saya bukan ahli dalam hal perbatuan, saya juga bukan tukang batu walaupun katanya saya ini orang berkepala batu.
Cerita berlanjut, setelah kejadian itu Ponari pulang ke rumah dan menceritakan kejadian itu kepada...mmm...kepada siapa ya...ah, yang jelas bukan saya-lah. Karena tidak begitu ngeh dengan kejadian yang menimpanya, si Ponari ini membuang batu bertuah itu. Tapi mengejutkan, karena pada hari berikutnya batu itu telah berada di teras rumahnya. Katanya, kejadian ini berulang sampai dua kali. Kemudian (katanya lagi) pada suatu malam Ponari bermimpi dalam tidurnya, dalam mimpinya ia diberi petunjuk untuk merawat batu itu. -sebagai catatan, petunjuk perawatan batu bertuah untuk saat ini belum ada yang versi .pdf
Pada suatu ketika, dimana ketika itu adiknya sedang sakit, yang kata Ibunya Ponari sakitnya adalah muntaber. Ponari bertutur kepada sang Ibu agar adiknya jangan dibawa kemana-mana, "rak sah digowo lungo ngendhi-endhi, kene tak tambani wae" (nggak usah dibawa kemana-mana, biar saya yang menyembuhkan) begitu kata Ponari kepada Ibunya. Bisa ditebak dong, kalo pengobatan yang dilakukan Ponari mendapat predikat sukses. Karena sejak itu cerita tentang Ponari dan batu bertuah ini menyebar ke seluruh telinga yang mendengar. Sejak itu pula kedigdayaan Ponari menyebar, seiring dengan keberhasilan-keberhasilan Ponari menyembuhkan yang sakit. -saya ulang lagi ya, ini katanya.
Sejak cerita ini berkeliaran sampai saat ini, tercatat pengunjung Ponari setiap harinya mencapai 10.000 sampai 20.000 orang (catet, itu orang sakit). Bahkan pernah dalam satu hari tercatat, para pencari sehat dari segala penjuru mencapai 40.000 orang. Sungguh suatu angka yang mengesankan, mengingat tempat tinggal Ponari ini jauh dari pusat kota.
Begitulah kira², versi cerita yang saya ketahui. Cerita tentang Ponari dan batu bertuahnya, yang sekarang dikenal dengan nama "Watu Gludhug" (watu=batu, gludhug=petir) karena batu itu dipercaya berasal dari petir.
Di samping memang cerita ini selsesai saya haturkan, saya juga tiba² didaulat oleh Ibu saya untuk beli gorengan. Katanya mumpung lagi ngga ada orang yang ngenet, Ibu mau gantiin sebentar. Pas saya mau berangkat Ibu bilang "ojo lali, karo endhog gludhug 2 ya..."
kali ini saya coba ceritakan sebagaimana cerita yang saya dengar, mengenai bagaimana sang Ponari ini mendapatkan kemampuannya.
Alkisah pada suatu siang yang terik, yang tiba² mendung lalu hujan. Ponari sedang bermain dengan temannya kala itu...-sekali lagi saya tegaskan, katanya.
Lalu dengan serta-merta dan membabi buta, sesosok petir nongol dengan ciri² mirip lampu blitz yang semakin didramatisir dengan backsound "dhuaaaaar...!!!" -saya tegaskan lagi ya, katanya. Sejenak kemudian, sambil bilang "aduuuuh...!!" Ponari memegangi kepalanya yang (katanya) berasap. Entah darimana datangnya, secara mengejutkan di tangan kanannya telah tergenggam seonggok batu berbentuk kuda berkepala Jacky Chan. -kalo ini bohong, yang (katanya) bener ini. Tiba² di tangan kanannya sudah tergenggam sebuah batu, soal bentuknya bagaimana itu bukan urusan saya. Toh saya bukan ahli dalam hal perbatuan, saya juga bukan tukang batu walaupun katanya saya ini orang berkepala batu.
Cerita berlanjut, setelah kejadian itu Ponari pulang ke rumah dan menceritakan kejadian itu kepada...mmm...kepada siapa ya...ah, yang jelas bukan saya-lah. Karena tidak begitu ngeh dengan kejadian yang menimpanya, si Ponari ini membuang batu bertuah itu. Tapi mengejutkan, karena pada hari berikutnya batu itu telah berada di teras rumahnya. Katanya, kejadian ini berulang sampai dua kali. Kemudian (katanya lagi) pada suatu malam Ponari bermimpi dalam tidurnya, dalam mimpinya ia diberi petunjuk untuk merawat batu itu. -sebagai catatan, petunjuk perawatan batu bertuah untuk saat ini belum ada yang versi .pdf
Pada suatu ketika, dimana ketika itu adiknya sedang sakit, yang kata Ibunya Ponari sakitnya adalah muntaber. Ponari bertutur kepada sang Ibu agar adiknya jangan dibawa kemana-mana, "rak sah digowo lungo ngendhi-endhi, kene tak tambani wae" (nggak usah dibawa kemana-mana, biar saya yang menyembuhkan) begitu kata Ponari kepada Ibunya. Bisa ditebak dong, kalo pengobatan yang dilakukan Ponari mendapat predikat sukses. Karena sejak itu cerita tentang Ponari dan batu bertuah ini menyebar ke seluruh telinga yang mendengar. Sejak itu pula kedigdayaan Ponari menyebar, seiring dengan keberhasilan-keberhasilan Ponari menyembuhkan yang sakit. -saya ulang lagi ya, ini katanya.
Sejak cerita ini berkeliaran sampai saat ini, tercatat pengunjung Ponari setiap harinya mencapai 10.000 sampai 20.000 orang (catet, itu orang sakit). Bahkan pernah dalam satu hari tercatat, para pencari sehat dari segala penjuru mencapai 40.000 orang. Sungguh suatu angka yang mengesankan, mengingat tempat tinggal Ponari ini jauh dari pusat kota.
Begitulah kira², versi cerita yang saya ketahui. Cerita tentang Ponari dan batu bertuahnya, yang sekarang dikenal dengan nama "Watu Gludhug" (watu=batu, gludhug=petir) karena batu itu dipercaya berasal dari petir.
martedì 10 febbraio 2009
Va’ Dove Ti Porta Il Cuore
pergerakan yang sinkron antara tangan saya dan mata saya telah tanpa sengaja membawa saya menemukan kalimat ini : "Va’ Dove Ti Porte Il Cuore". Belakangan saya tahu, ternyata itu adalah judul sebuah novel karya Susanna Tamaro, seorang novelis berkebangsaan Italia. -hihi...salah satu mimpi saya adalah pergi ke Italia, tepatnya Venesia, lalu minum kopi pada sore harinya...mmm...espresso juga boleh, atau frapuccino juga gpp...saya ikhlas kok, walau sementara ini baru mimpi...hihihi...
pantas saja kalimat itu sepertinya tidak asing bagi saya, usut punya usut, ternyata saya juga pernah membacanya. letaknya tepat di bawah tulisan 'negeri di senja', ukurannya sedikit lebih kecil. namun tetap masih bisa terbaca dengan nyaman, ditulis dalam bahasa indonesia. sepertinya (blog) teman saya yang satu itu mempunyai hubungan kekerabatan dengan (novelnya) si Tamaro. ah...itu bukan soal bagi saya, karena saya lebih seneng menikmatinya daripada harus mempersoalkan perihal blog description...lagipula untuk sebuah kalimat yang (menurut saya) inspiratif dan provokatif, kalimat itu cukup nendang. bagus untuk diimplementasikan dalam perjalanan hidup manusia, walaupun saya yakin akan menimbulkan banyak pertentangan. ayoooo...seberapa beranikah sampeyan menghadapi konsekuensinya...saya berani jamin, kesabaran dan konsistensi sampeyan pasti akan berbuah manis...tapi maaf, saya ngga tau kapan terwujudnya...hihihi...
satu hal yang pasti, saya sudah merasakan hasil dari kalimat itu...yaaa...apa lagi kalo bukan postingan ini...
Iscriviti a:
Post (Atom)
