Visualizzazione post con etichetta gek sadar. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta gek sadar. Mostra tutti i post

sabato 6 giugno 2009

opo ki?

sedikit ulasan soal kebahagiaan

ada sebuah pertanyaan yang dulu susah sekali saya jawab, yaitu "hal apa atau siapa atau benda apa yang bisa membuat kamu bahagia?"

karena telah lama sekali saya tidak menemukan jawabannya, maka saya akhirnya mencoba mengulas sedikit mengenai ciri bahagia ini...dan saya menemukan sebuah kalimat sebagai berikut "bahwa kebahagiaan tidak akan habis ketika ia dibagi, malah justru akan bertambah".
maka benar saja ungkapan bahwa saat yang paling berat ketika sedang berada dalam kesendirian adalah bukan ketika ia sedih, melainkan pada saat ia bahagia. karena kita tidak bisa membaginya dengan siapapun. CMIIW

giovedì 26 marzo 2009

terbenah benih


"mari berbenih...eh, berbenah"

Betapa mulia kata-kata "amanah (titipan) Alloh". Pada istilah ini terlihat relasi antara Alloh dan kita yang sedemikian akrab, Alloh percaya pada kita karena itu Dia menitipkan sesuatu yang berharga. Lazimnya titipan, ia harus tetap seperti nilai awalnya. Nilai awal sang anak adalah fitrah, dan harus tetap fitrah.

Fitrahnya adonan untuk dicetak, fitrahnya perhiasan untuk membuat bangga pemakainya, fitrahnya sang anak tentu bukan untuk "dicetak" agar "membuat bangga" orang tuanya. Sang anak adalah sebutir benih yang begitu rapuh, butuh tanah yang baik dan pemeliharaan yang sesuai takaran. Kecenderungan benih adalah terus mencari cahaya, tetapi putik kecil bisa saja ditipu --diberi cahaya palsu-- dan memercayainya seumur hidup.

Bisakah kita menjadi tanah, yang menerima amanat secara jujur? Tanah tak pernah menumbuhkan semangka bila ia mendapatkan titipan benih padi. Benih padi yang ditanam, tumbuhan padi pula yang tumbuh. Bisakah kita menerima benih fitrah "anak kita" dan mengembangkannya menjadi fitrah yang lebih baik? Sebuah hadis menyatakan bahwa setelah kematian menerpa kita, tak ada yang bisa menolong dari siksa kubur kecuali doa dari kesalehan sang anak. Tentu saja, maksud hadis ini bila sang anak, "titipan Alloh" itu, telah kita jaga dan tumbuh tetap berada dalam fitrahnya, maka kita akan mendapatkan hadiah dari Tuhan karena telah menjaga amanahnya dengan baik.

Pada hari ini, ada baiknya kita menyempatkan diri untuk mengelus dan mengecup lembut kening mereka. Kita layak meminta maaf karena selama ini telah memberikan ruang hidup yang sumpek, penuh keluhan dan pertengkaran, serta tidak memberikan jaminan-moral. Kita pun layak memohon ampunan pada Alloh karena titipan-Nya belum dirawat secara baik. Tersenyumlah, anak-anak menunggu ketulusan kita!

mari berbenah untuk benih...

sumber : suara merdeka

venerdì 20 marzo 2009

siker

cari.mencari.pencarian.

kalo disini mencari berarti berusaha menemukan (memperoleh, mendapatkan). definisi versi saya adalah aktifitas yang (pasti.wajib.selalu) dilakukan manusia dalam rangka memenuhi segala kebutuhannya agar dapat hidup. definisi versi saya ini bukan tanpa alasan, pasalnya setiap aktifitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi, tidak lain adalah sebuah proses pencarian.

ada yang mencari nafkah, mencari ilmu, mencari jati dirinya, mencari pasangan hidup, mencari kebahagiaan, mencari Tuhan, mencari...apa saja...bagi saya itulah hidup. bagi sampeyan yang sedang mencari tahu apa artinya hidup, maka saya akan menjawab "hidup adalah sebuah pencarian".

suatu karya besar tidak akan pernah ada tanpa adanya proses pencarian. berbagai macam kejadian akan terus menimpa manusia dalam proses pencarian, tanpa disadari telah menjadikan manusia semakin kuat, indah, cerdas, berisi. semakin berkualitas. begitulah cara Tuhan membentuk manusia. begitulah hukum alam bekerja. begitulah cara kerjanya.

selama ini manusia hanya fokus pada apa yang ingin dimiliki, sehingga tidak sadar atas apa yang menimpanya ketika ia sedang dalam proses pencariannya itu. padahal ketika ia mulai mencari sesuatu, sesungguhnya ia sedang menarik berbagai hal untuk menimpanya. semakin dekat pula ia kepada apa yang dicarinya. sesungguhnya apa yang dicarinya itu tidaklah penting, karena yang sesungguhnya patut untuk disyukuri adalah apa yang menimpanya itu. sedangkan sesuatu yang dicarinya itu hanyalah bonus belaka jika ia berhasil mendapatkannya, dan bukanlah sebuah kemalangan jika ia tidak mendapatkannya. maka seandainya Santiago tidak benar² menemukan harta karun dibawah puing gereja, ia sesungguhnya tetap patut bersyukur atas apa yang dialaminya selama proses pencariannya itu. bertemu dengan orang² luar biasa dan mendapatkan bermacam pengetahuan yang tidak akan pernah dia dapatkan jika ia bersikeras untuk tetap menjadi penggembala. atau cerita Andrea Hirata yang mencari A Ling-nya itu, apakah ceritanya juga akan menjadi suatu tetralogi jika ia hanya berdiam diri.

intinya carilah apa yang ingin sampeyan cari apapun itu, biarkan Tuhan merekatkan serpihan² diri sampeyan yang tercecer dimana², hingga sampeyan menjadi manusia yang benar² utuh. itulah hidup menurut versi saya.

martedì 24 febbraio 2009

lawat-cerna-tuang !

Sebuah lawatan kecil berhasil membuka mata nurani yang ber-nyenyak-ria. Melawati halaman, halaman, halaman, halaman dan halaman serta halaman lain yang tak tertutur banyaknya, memperkosa kosa bathin yang terlalu lama berbungkam. Menggerus kecuekan yang lama mengidap obesitas.

Ketika hamparan kejayaan malah terpandang tatap miris, keletihan merasa nestapa semakin mengaparkan diri dalam kedalaman puruk. Bayangan-bayangan selalu terjangkau logika dan angka, melambungkan dalam tempo yang sekejap kala fakta (sekali lagi) berpunggungan dengannya.

Tanpa sadar telah membawa serta gaya. Perlahan.

"Oalah, opo to yo?"

lunedì 23 febbraio 2009

sebuah pelajaran untuk monyet

sebuah pelajaran untuk monyet

baju monyet. ternyata itu istilah untuk celana terusan yang nyambung sama badan, ya kira² gitu deskripsinya. -kalo ada penjelasan yang lebih benar soal ini tolong dibetulkan ya. Ketahuan betul betapa tololnya saya perihal fashion, padahal kata mbah buyut, saya ini punya potensi untuk menjadi model. Kata beliau jempol kaki saya ini pantes banget nampang di brosur² dan majalah² kesehatan. -jadi kalo sampeyan mau bikin artikel tentang jempol kaki dan segala problematikanya, silakan foto jempol kaki saya buat ilustrasinya.


Istri saya sampai geleng² kepala waktu tahu kalo saya ini bener² masih hijau soal perbajuan. Saya cuma tahu celana, jeans, jaket, baju, kemeja, kaos sama daleman, titik. Jangan tanya saya soal bahan yang dipakai untuk bikin pakaian atau soal model dan jenis² yang lagi nge-tren sekarang, karena saya jamin sampeyan akan kecewa dengan jawabannya. Waktu itu istri saya ngajak saya untuk melihat² (ya kalo ada yang cocok, beli) celana monyet pesenan sepupunya. Saya heran saja, sejak kapan dia punya sepupu yang piara monyet, lagian sepupu kami ini kurang begitu baik sejarah hubungannya dengan para binatang. Istri saya bilang "oalah mas, kok katrok banget to? celana monyet itu celana yang biasa dia pake itu lho, model yang kayak gitu namanya celana monyet...!!!" -pantes saja monyet pada ngga pake celana, lha ternyata celananya dipake sama manusia. Meskipun pada akhirnya kami tidak mendapatkan pesenan sepupu kami, setidaknya sebuah pengetahuan merasuk ke kepala saya. Bahwa ternyata celana yang sering dipake badut² sirkus itu masuk dalam kategori celana monyet, ah baru tahu saya.

Masih banyak lagi hal² disekitar yang perlu untuk dimaknai, soal monyet dan celananya ini biarlah menjadi penyadar kesempitan wawasan saya dalam hal fashion. Kesempitan saya soal dunia permotoran ada Mas Rudi dan Mas Taufik, soal kuliner ada Mbak La Mendol, sama masih banyak teman² di blogroll yang memberi saya banyak nutrisi wawasan. terima kasih kawan²...terima kasih internet...

hmmm...wis dulu...mimik kopi dulu...sluuurrp...ah...

giovedì 12 febbraio 2009

il Phenomenon

bagi sampeyan yang sering lihat berita tifi, pasti ngga asing dengan penomena dukun cilik Ponari. yup dukun cilik, karena usianya baru 9 tahun. Namun jika sampeyan melihat liputannya, di situ nampak sekali ke-beken-an sang dukun. Bagaimana tidak, bahkan untuk ngantri saja orang harus rela ngantri (ngatri kuadrat), yang bahkan sampai ada yang 1 (satu) minggu menginap di desa tempat sang Ponari buka praktek. bahkan-nya lagi, ada yang sampai meninggal boooo...tapi gara² ngatri lhooo, bukan karena gagal praktek.

Idealnya, di usia yang masih belia, sang Ponari ini sedang asyik²nya baca² buku di perpustakaan atau bermain dengan teman² sebayanya yang masih duduk di bangku SD...-sekali lagi ini idelanya. Namun sepertinya orang tua (dan mungkin juga sebagian besar (penduduk sekitar) sang Ponari mempunyai kriteria 'ideal' yang lain. yaitu; orang yang mempunyai 'kelebihan', idealnya adalah menggunakan kemampuannya untuk kepentingan orang banyak. Dan nampaknya ini yang lebih diutamakan daripada hak Ponari sebagai seorang belia. Lalu menurut sampeyan, mana yang lebih 'ideal'?

Fenomena ini nampaknya menggelitik intelektualitas para ahli untuk mengkajinya, salah satunya saya...(halah). kebanyakan mereka (kaum terdidik -red) sepakat bahwa kondisi ekonomi pasien, lalu kegagalan pengobatan formal, kultur jawa yang masih percaya pada hal² mistis dituduh menjadikan pengobatan alternatif semakin 'gemuk'.

hmmm...kalo saya menilai pengobatan formal, maupun pengobatan alternatif di Indonesia mempunyai power yang berimbang. dinilai dari tingkat pendidikan orang Indonesia yang amat sangat bervariasi. ada yang pinternya kebangeten dan ada yang pengetahuannya keterlaluan sedikitnya. sebagaimana kita tahu kesenjangan terjadi dimana-mana dan dalam segala bidang.

lalu hal yang selanjutnya, adalah masalah kerpercayaan.
sebagaimana kita semua tahu, masalah kepercayaan di Indonesia telah menjadi hal yang amat sangat sensitif. ketidakpercayaan merebak dimana-mana, dan lucunya, kepercayaan kepada sesuatu yang tidak layak untuk dipercayai juga ternyata merebak dimana-mana. seolah-olah masyarakat Indonesia ini mempunyai dunia yang terbalik. lihatlah berita² seputar penipuan, hitung. buanyak lho...itupun baru yang terekspos, lalu tanya orang² disekitar kita, berapa orang yang kecewa sama pemerintah atau anggota dewan. saya yakin banyak yang merasa tertipu, entah tertipu beneran atau tertipu-tertipuan. lalu apa kaitan antara kepercayaan dengan sang Ponari?
hmmm...(pura²nya mikir)
untuk membuat orang menjadi percaya, syaratnya cuman satu yaitu buktikan. inilah rupanya yang membuat praktek sang Ponari semakin gembrot. bukti (pasien yang sembuh) kedigdayaan sang Ponari ini berkicau kemana-mana hingga siapapun menjadi yakin bahwa sang Ponari memang benar² punya daya linuwih.

bagi saya, ini memang fenomena yang pada nantinya akan surut seperti halnya fenomena² yang telah silih berganti muncul di negara tercinta kita. padahal kalau kita mau lebih jeli dan peka, fenomena² selalu muncul menimpa kita setiap saat, meminta kita untuk terus belajar dan bersyukur. last...saya mengajak semuanya saja agar kita senantiasa bijak dalam mengahadapi segala sesuatunya, meminta sembuh hanya kepada Yang Maha Menyembuhkan, meminta kaya kepada Yang Maha Kaya, meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuat. pada intinya jika kita memang membutuhkan, mintalah kepada Yang Maha Memiliki. supaya hidup semakin indah dan ujung²nya mari ber-Alhamdulillah....