Sebuah lawatan kecil berhasil membuka mata nurani yang ber-nyenyak-ria. Melawati halaman, halaman, halaman, halaman dan halaman serta halaman lain yang tak tertutur banyaknya, memperkosa kosa bathin yang terlalu lama berbungkam. Menggerus kecuekan yang lama mengidap obesitas.
Ketika hamparan kejayaan malah terpandang tatap miris, keletihan merasa nestapa semakin mengaparkan diri dalam kedalaman puruk. Bayangan-bayangan selalu terjangkau logika dan angka, melambungkan dalam tempo yang sekejap kala fakta (sekali lagi) berpunggungan dengannya.
Tanpa sadar telah membawa serta gaya. Perlahan.
"Oalah, opo to yo?"
Visualizzazione post con etichetta blog teman. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta blog teman. Mostra tutti i post
martedì 24 febbraio 2009
martedì 10 febbraio 2009
Va’ Dove Ti Porta Il Cuore
pergerakan yang sinkron antara tangan saya dan mata saya telah tanpa sengaja membawa saya menemukan kalimat ini : "Va’ Dove Ti Porte Il Cuore". Belakangan saya tahu, ternyata itu adalah judul sebuah novel karya Susanna Tamaro, seorang novelis berkebangsaan Italia. -hihi...salah satu mimpi saya adalah pergi ke Italia, tepatnya Venesia, lalu minum kopi pada sore harinya...mmm...espresso juga boleh, atau frapuccino juga gpp...saya ikhlas kok, walau sementara ini baru mimpi...hihihi...
pantas saja kalimat itu sepertinya tidak asing bagi saya, usut punya usut, ternyata saya juga pernah membacanya. letaknya tepat di bawah tulisan 'negeri di senja', ukurannya sedikit lebih kecil. namun tetap masih bisa terbaca dengan nyaman, ditulis dalam bahasa indonesia. sepertinya (blog) teman saya yang satu itu mempunyai hubungan kekerabatan dengan (novelnya) si Tamaro. ah...itu bukan soal bagi saya, karena saya lebih seneng menikmatinya daripada harus mempersoalkan perihal blog description...lagipula untuk sebuah kalimat yang (menurut saya) inspiratif dan provokatif, kalimat itu cukup nendang. bagus untuk diimplementasikan dalam perjalanan hidup manusia, walaupun saya yakin akan menimbulkan banyak pertentangan. ayoooo...seberapa beranikah sampeyan menghadapi konsekuensinya...saya berani jamin, kesabaran dan konsistensi sampeyan pasti akan berbuah manis...tapi maaf, saya ngga tau kapan terwujudnya...hihihi...
satu hal yang pasti, saya sudah merasakan hasil dari kalimat itu...yaaa...apa lagi kalo bukan postingan ini...
Iscriviti a:
Post (Atom)
